VIRUS DAN KIMIA
~Rahmad
Berawal dari influenza dan pilek, virus bekerja mampu hingga infeksi herpes, lebih serius AIDS dan sekarang yang lagi menjadi masalah umat manusia yaitu Virus Corona. Dampak penyakit yang dialami manusia 60% berasal dari virus dan selebihnya dari bakteri. Bagi ilmuwan di bidang kimia, hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan dalam penanggulangan virus (pembuatan agen antivirus, dan lebih lanjutnya dikenal dengan vaksin) sangat lamban bila dibandingkan dengan penanggulangan bakteri (pembuatan antibiotik), hal itu berlaku sejak 1940-an. Namun, dengan kemajuan teknologi di masa sekarang, kemungkinan besar hal itu sudah tidak berlaku lagi.
Pertanyaan pun muncul, kenapa demikian? Apakah virus dan bakteri berbeda. Ya, virus dan bakteri berbeda, baik dari segi mekanisme infeksi hingga cara menanggulanginya. “Selektivitas” merupakan kata kunci dalam penanganannya. Obat-obat yang dikonsumsi penderita harus secara selektif membunuh patogen tanpa membunuh sel hidup yang lain. Keuntungan besar pada permasalahan bakteri, karena aspek biokimiawi yaitu metabolisme sangat berbeda antara bakteri dan sel mamalia. Hal ini, memudahkan para ahli dalam menyintesis antibiotik. Lain halnya virus, seperti pada tulisan yang kami ulas sebelumnya, virus menjadi parasit pada sel inang, kemudian dijadikan tempat untuk bereplikasi/memperbanyak diri. Bagian Inti dari virus menyatu dengan isi sel inang, dan menjadi sulit ketika para ahli ingin mengidentifikasi aspek biokimiawi. Karena tujuan akhir secara sederhana kami istilahkan “menyerang virus tanpa membahayakan sel inangnya”.
Ketika admin menjelaskan secara sederhana fenomena virus ini dikalangan masyarakat sekitar, ada yang mulai memahami dan bertanya “berarti virus Corona itu menjadikan manusia pabrik dalam memperbanyak diri?”. Saya menjawab “ya”. Dimanapun virus menginfeksikan diri, maka mahluk itulah menjadi pabrik mereka, bahkan sel bakteri sekalipun di jadikan sel inang untuk virus, untuk beberapa kasus.
Menyerang membran sel, menembus membran (menanggalkan mantel protein), memasukkan asam nukleat, mengambil alih fungsi sel, dan beriplikasi pada sel inangnya merupakan serangkaian langkah-langkah virus dalam memperbanyak diri. Dari beberapa langkah-langkah tersebut baik dari awal melekat hingga akhir replikasinya, menjadi hal yang penting bagi para ahli untuk menanggulangi virus pada umumnya. Setelah mengidentifikasi berbagai hal penting dari proses tersebut, maka para ahli pun merancang molekul untuk mengganggu proses replikasi virus yang hari ini kita kenal dengan sebutan ‘Agen Antivirus/Antigen’. Jika pada manusia, Antigen inilah yang nantinya akan berkombinasi dengan antibodi kita semua. Untuk beberapa kasus, sistem kombinasi keduanya lebih menimbulkan pengaruh biologi dalam prosesnya dari pada pengaruh fisika, yang secara alami akan menetralisir virus dengan cara menon-aktifkannya.
Gambar di atas merupakan salah satu antigen untuk Virus Simpleks Herpes (HVS). Sejak 1980-an senyawa tersebut telah berhasil menolong banyak penderita herpes kelamin. Berkaitan dengan yang kami uraikan di atas, antigen ini bekerja dengan selektif mengganggu (minimal) dua proses berkatalisis enzim yang penting dalam replikasi virus HVS.
Terdengar Kabar dari negeri Tiongkok telah ditemukan penangkal dari virus yang akhir-akhir ini meresahkan kita semua. Hal ini diungkap di beberapa media sosial, bahkan diberitakan bahwa Bapak Presiden kita telah memesan dengan jumlah 2 juta vaksin. Menjadi sesuatu yang amat penting untuk kita semua, membaca artikel/jurnal ilmiah mengenai penemuan antivirus tersebut, minimal menambah wawasan dan memperdalam ilmu bagi teman-teman yang memiliki kaitan dengan disiplin ilmunya. Kita berharap semoga fenomena yang menimpa kita semua ada hikmahnya dan segera teratasi.
~RhD
Ref. Saduran:
-Buku_Biokimia-Teknik Penelitian, 2010, Penerbit Erlangga_Maria Bintang
-Buku_Kimia Organik, 2003, Penerbit Erlangga_Hart_Crain_Hart

Comments
Post a Comment